Moelz_Adventure Khatarsis...

khatarsis...

Adalah langgam penyelarasan hati dan pikiran serta perbuatan....

berisi lirik-lirik sajak dan puisi dari jiwa yang berontak....

untuk mereka yang selalu lapar akan kebenaran....

untuk mereka yang menjadi saksi kesewenang-wenangan....

Selamat datang dalam......
...........................KHATARSIS.....................

Selamat datang dalam Langgajiwa-Khatarsis!

langga jiwa Berisi Syair-syair tentang fenomena fenomena Yang termarjinalkan Yang luput dari Pandangan Mata atau Yang Tak Pernah Terpikirkan Dalam Otak Kita.
Langgam Yang Menyitir Tentang Kehidupan Para Hipokrit,kaum Minoritas,dan alam.
tentang Kritik-kritik Sosial,Dan Berbagai Persoalan Dalam Hidup.
Selamat Datang Di dunia KHATARSIS!!!!!!!!
LANGGAM PARA KAUM MARGINAL!!

Langgam-Langgam Saya...

Kamis, 31 Desember 2009

Apa lacur tuan,kami hanya jelata...

Apa lacur tuan...,Kami hanya jelata...
biarkan kami dijalanan....
Karena dari sanalah kami berpenghidupan.....Sekedar dapat makan....
Memang tiada pilihan tuan...
tapi lebih baik dari pada harus hidup mewah berselimut kemunafikan dan kepalsuan....
Apa boleh Dikata tuan,Kami hanya segerombol berandalan..
Yang tak ubah nya anjing liar yang berkeliaran dimata tuan....
Mata kami buta pendidikan....Apalagi soal birokrasi....
Hierarki kami adalah sesuap nasi Yang kami pungut butir demi butir dari tempat sampah halaman istana Tuan...
Maaf Tuan Kami hanya Jelata.....
hidup kami Dipinggiran...
bersama Kotoran-Kotoran Tuan dan Nyonya....
Setidaknya Kami masih Punya pegangan... Dan harga Diri...
Walau Sesekali terinjak mati....
oleh gelombang gelombang manipulasi.....
Dan pembodohan..yang Tuan Ciptakan.....
kami Memang Buta Aturan tentunya yang Tuan Ciptakan dengan "Ringan Tangan"..
Tapi Soal logika ,kami Tak Kalah Hebat Dibanding tuan....
Kami di didik oleh Kenyataan tuan....
Hanya Kami tak pandai Dalam memutar Balikan Fakta...
Bagi Kami,Manipulasi adalah bagaimana caranya Mengganti Rasa lapar Dengan terlelap........
Sekali Lagi Apa lacur tuan .....Kami Hanya Jelata....
Biarkan Kami Dijalanan....
Setidaknya Disanalah tempat Secuil Kebenaran Yang tersisa...
Dirumah....Disekolah....Yang Kami Saksikan Hanya Hipokrisi......

Senin, 21 Desember 2009

Dengan puisi Aku....

dengan puisi aku bernyanyi....
sampai Senja umurk nanti....
Dengan Puisi Aku bercinta...
Berbatas cakrawala...
Dengan puisi Aku mengenang...
Keabadian yang Akan Datang....
dengan Puisi Aku mengutuk...
Nafas jaman Yang Busuk.....
dengan puisi Aku berdo'a...
Perkenankanlah kiranya....
(Taufiq Ismail....)

Aku yang Dilembah itu......

Aku Yang dilembah Itu... bersamamu dalam kehangatan belantara Ciherang Yang Sunyi...
Sementara kita Diam...daun-daun terus bergumam berirama Dalam Sunyi yang tak menepi
malam telah tenggelamkan kita dalam aroma ketakutan...Yang abadi...
ditepi sungai bayanganku hilang.....memercik air.....yang menembus hati....
Aku yang dilembah itu...bersamamu kala kita hilang dala kesenyapan yang nyata...
Tak ada kata-kata....hanya desir angin membawa kabar Duka yang kasat....
Aku yang dilembah itu.....
kala meniti nafas demi nafas yang terasa berat....
Sementara kau diam menyangsikan ku kawan.....malam memang tak berbatas.......
akan kah kau ingat aku ....Dalam kabut hening dan sunyi....
bersama kita coba keluar......Pecahkan teka-teki....
Menembus.......daun demi daun......
kawan maafkan aku......Membawamu kemari.......
(Lembah ciherang'November 2008)

Sabtu, 19 Desember 2009

Ingat kawan!

kita hidup di negara demokrasi...
Yang penuh dengan Hipokrisi
Kita hidup di negara demokrasi
yang kaya akan manipulasi...
kita hidup dari sesuap nasi...
yang dipotong jatah korupsi..

Demokrasi kita adalah penjara...
yang mengekang kebebasan berbicara..
demokrasi kita adalah neraca..
yang mengaggungkan Nilai-nilai Sara...
demokrasi kita adalah petani...
yang binasa oleh arus modernisasi..
Demokrasi kita ada di televisi...
yang membodohi Nurani.....
Demokrasi kita ada di jalanan...
tempat paling demokrasi yang penah ada...

Ingat kawan....
kau tak bisa teriak lawan...
karena demokrasi buta keadilan...
tapi hukum di demokrasi kita tak buta...
menjerat kaum melarat, Seperti kita...Seperti prita..
Demokrasi kita sangat demokratis...
yang menjungjung tinggi nilai Subversivitas..
Demokrasi kita demokrasi indonesia..
yang hanya terdapat pada buku pelajaran sekolah....

ingat kawan...
Kau tak bisa teriak merdeka.... dengan jujur...
karena hakekat kemedekaan belum kita dapatkan sepenuhnya....
lalu dimana demokrasi indonesia......
demokrasi pancasila....demokrasi marhaenis kita....Kawan??....

Jumat, 18 Desember 2009

Untuk para pejuang demokrasi

ADALAH KITA...
Adalah Kita Kupu Kupu Putih Kecil Yang Setia temani Pucuk Kamboja sepi bukan Srigala buas pengais tulang pada pusara yang luka

Adalah Kita....
Pelita berapi biru yang terangi gubuk singgah pengais sampah bagai Kunang kunang ungu mungil bukan burung hantu yang patuh mengintai bulan

Adalah Kita...
Yang berselimut terik siang bagai kilau butiran pasir sepanjang pantai bukansorot lampu serdadu pagi subuh yang datang ke rumah mesum tengah kota
Adalah Kita..
Yang ada di jalan jalan kota setelah subuh tangan menenteng spanduk, poster dan pamflet pamflet putihfaris
(komunitas waroeng kiri/ seni, sastra dan budaya)

Untuk anak Aceh

AKU BOCAH ITU
Dulu…Kala daun punggungi bulan.
Aku pelangi di uzur malam.
Wajahku biru lautan.Bibirku lengking batu batu longsoran.
Aku....
Anak dahan pucuk kamboja.Ibuku ranting senja, kembang pusara.
Ayahku nisan bangkai, rumah batu....
Aku dahan dahan yang tumbuh di tahun patah.
Mataku kerlap ungu pertapa.Hatiku buih salju salju...
Di bulan pertama, malam bulan gerhana.
Aku serupa jeruji tali pengikat kilat.
Dulu…Ketika angin memecah awan.Aku.Bocah yang kau pangku.Tak pernah kembali.

Untuk seorang kawan

kawan,
tataplah usia kita pada tadi kau pertama jejaki waktu yang kupunya pada rumput liar yang sendiri...
pada wajah yang tak kau kenali
kawan...
perjamuan ini untukmu mari bersam kutemani laut, pantai, camar bercerita tentang singgah sebelum berangkat lagi.
tentang mimpi mimpimu yang aneh malam tadi, tentang hidup yang biasa biasa saja
bagai laba laba bermata ungu di sudut kamar itu yang memintal untuk ada lalu tiada,tiada lagi, untuk ada ...
kawan,...
karang tak berjalan meski kipas ombak menggodanya camar adalah penuntun nelayan mencari ikan bukan elang; matanya dalam mengawas bukan juga merpati,karena hawa laut dapat membunuhnya
kawan,roda waktu telah menggiring kita pada pagipagi yang kau tanya dalam angka yang dirajut laba laba tadiangka yang ada lalu tiada,
.......tiada lagi untuk ada

Oleh:Komunitas sastra waroeng kiri