kawan,
tataplah usia kita pada tadi kau pertama jejaki waktu yang kupunya pada rumput liar yang sendiri...
pada wajah yang tak kau kenali
kawan...
perjamuan ini untukmu mari bersam kutemani laut, pantai, camar bercerita tentang singgah sebelum berangkat lagi.
tentang mimpi mimpimu yang aneh malam tadi, tentang hidup yang biasa biasa saja
bagai laba laba bermata ungu di sudut kamar itu yang memintal untuk ada lalu tiada,tiada lagi, untuk ada ...
kawan,...
karang tak berjalan meski kipas ombak menggodanya camar adalah penuntun nelayan mencari ikan bukan elang; matanya dalam mengawas bukan juga merpati,karena hawa laut dapat membunuhnya
kawan,roda waktu telah menggiring kita pada pagipagi yang kau tanya dalam angka yang dirajut laba laba tadiangka yang ada lalu tiada,
.......tiada lagi untuk ada
Oleh:Komunitas sastra waroeng kiri
tataplah usia kita pada tadi kau pertama jejaki waktu yang kupunya pada rumput liar yang sendiri...
pada wajah yang tak kau kenali
kawan...
perjamuan ini untukmu mari bersam kutemani laut, pantai, camar bercerita tentang singgah sebelum berangkat lagi.
tentang mimpi mimpimu yang aneh malam tadi, tentang hidup yang biasa biasa saja
bagai laba laba bermata ungu di sudut kamar itu yang memintal untuk ada lalu tiada,tiada lagi, untuk ada ...
kawan,...
karang tak berjalan meski kipas ombak menggodanya camar adalah penuntun nelayan mencari ikan bukan elang; matanya dalam mengawas bukan juga merpati,karena hawa laut dapat membunuhnya
kawan,roda waktu telah menggiring kita pada pagipagi yang kau tanya dalam angka yang dirajut laba laba tadiangka yang ada lalu tiada,
.......tiada lagi untuk ada
Oleh:Komunitas sastra waroeng kiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar